NarasiTime.id – Polres Bogor mulai menggelar Operasi Ketupat Lodaya tahun 2025, untuk mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Dimulainya Operasi Ketupat Lodaya ditandai dengan apel gelar pasukan di Makodim 0621/Kabupaten Bogor yang dipimpin Bupati Rudy Susmanto, Kamis, 20 Maret 2025.
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengungkapkan, Operasi Ketupat Lodaya digelar selama 17 hari mulai 23 Maret hingga 8 April 2025.
Apel gelar pasukan ini diikuti dari berbagai unsur keamanan dan instansi stakeholder terkait lainnya, termasuk personel dari Polres Bogor dan Pleton Polwan Polres Bogor, Kodim 0621, Lanud Atang Sendjaja, Brimob Resimen 1 Kedung Halang, Sat Lantas, serta satuan gabungan dari Intelkam, Narkoba dan Reskrim Polres Bogor.
Selain itu, turut bergabung personel dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, PMI, serta Public Safety Center Kabupaten Bogor.
“Operasi Ketupat Lodaya 2025 ini merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri,” jelas Rio.
Rio menginstruksikan kepada seluruh personel pengamanan untuk selalu waspada, profesional, dan bertindak sesuai prosedur dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
“Pastikan koordinasi dengan instansi terkait agar operasi pengamanan ini berjalan dengan baik, sehingga kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Rio.
Dengan kesiapan personel dan peralatan yang ada, diharapkan Operasi Ketupat Lodaya 2025 dapat berjalan dengan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 2025 berjalan dengan aman dan nyaman.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, seluruh pihak harus bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjelang Idul Fitri.
“Sinergi antara TNI, Polri, dan instansi stakeholder terkait lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama arus mudik dan balik Lebaran di wilayah kabupaten Bogor. Kami berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan humanis,” ujar Rudy. (*)














