Beranda News Warga Rumpin Kabupaten Bogor Tolak Pembangunan TPST oleh Pemkot Tangsel

Warga Rumpin Kabupaten Bogor Tolak Pembangunan TPST oleh Pemkot Tangsel

Warga Rumpin, Kabupaten Bogor, melalui wadah Gerakan Tolak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Rumpin (GTTPST RUMPIN) menggelar aksi menyampaikan pendapat di Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6/2024).
Warga Rumpin, Kabupaten Bogor, melalui wadah Gerakan Tolak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Rumpin (GTTPST RUMPIN) menggelar aksi menyampaikan pendapat di Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6/2024).

NarasiTime.id – Warga Rumpin, Kabupaten Bogor, melalui wadah Gerakan Tolak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Rumpin (GTTPST RUMPIN) menggelar aksi menyampaikan pendapat di Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6/2024).

Warga yang mewakili beberapa desa itu menolak keras pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Terpadu atau TPST di Kampung Leuwi Peso, Desa Cibodas, oleh Pemerintah Kota Tangsel.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta Disdik Mendata Sekolah Rusak

“Hari ini, kami Gerakan Tolak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Rumpin (GTTPST RUMPIN) melakukan aksi Unras sebagai bentuk penolakan berdirinya bangunan TPST yang sebentar lagi akan digunakan sebagai pembuangan sampah dari Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel),” ujar Lady, salah satu peserta kepada wartawan.

Lady mengatakan, dengan adanya TPST itu tentunya Kampung Leuwi Peso akan jadi tempat pembuangan sampah dari kawasan Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga :  Sapa Masyarakat Rumpin, Ini yang Akan Dilakukan Paslon Nomor Urut 1 Rudy Susmanto - Jaro Ade

Aang, Koordinator Aksi, mengatakan bahwa mereka sebagai warga merasa dibodohi karena awal pembangunannya berupa izin peternakan, bukan TPST.

“padahal jelas dari dulu kami pernah menolak TPST milik Pemkab Bogor. Sekarang malah dari pemerintah daerah lain dibiarkan,” ujar Aang Koordinator Aksi GTTPST.

Baca Juga :  Tampung Aspirasi Masyarakat, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Hadiri Reses di Kecamatan Rumpin

Aang menyampaikan bahwa penolakan TPST ini tidak akan berhenti di hari itu.

Menurutnya, masyarakat Desa Cibodas akan terus melanjutkan aksi selanjutnya dan akan menuntut banyak hal.

“Mulai dari perizinan dan seterusnya, karena ini banyak yang janggal dan banyak menyepelekan masyarakat,” kata dia. (*)

<< SebelumnyaRahmat Yasin dan Jaro Ade Bertemu, Koalisi PPP dan Golkar Bisa Terjadi
Selanjutnya >>KMI Luncurkan W175 Series Model Tahun 2025

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini