Beranda News Proyek Kantor Kecamatan Gunung Sindur Senilai 12 Miliar tak Transparan, Tidak Memasang...

Proyek Kantor Kecamatan Gunung Sindur Senilai 12 Miliar tak Transparan, Tidak Memasang Plang Proyek dan Lokasinya Tertutup

Proyek pembangunan kantor Kecamatan Gunung Sindur terlihat tak terpasang plang proyek dan lokasi proyeknya tertutup. (foto: nt/sal)

NarasiTime.co – Proyek pembangunan kantor Kecamatan Gunung Sindur senilai 12 miliar mendapatkan sorotan dari masyarakat, pasalnya proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor 2026 dinilai tidak transparan karena tidak memasang plang proyek dan dan menutup rapat lokasi proyek.

Tokoh masyarakat Gunung Sindur Namar Soemantri mempertanyakan kenapa pemborong proyek tersebut belum juga memasang plang proyek dan lokasinya tertutup.

Baca Juga :  Layani Masyarakat Terjauh, Kantor Imigrasi Sukabumi Membuka Mall Pelayanan Publik di Pelabuhanratu

“Bagaimana warga mau mengawasi kalau plang proyeknya tidak ada. Karena kan pengawasan itu tidak hanya dari pemerintah juga masyarakat, ” ujar mantan Kades Rawakalong itu kepada NarasiTime.co, Jumat (7/8/2026).

Menurut Namar keberadaan plang proyek itu penting, karena masyarakat bisa tahu berapa anggarannya, berapa lama waktu pengerjaannya dan perusahaan apa pemborongnya.

Baca Juga :  Bendahara Desa Cibodas Diminta Ganti Rp324 Juta yang Dicuri, Pj Bupati Bogor: Dibobol Maling atau Ada Kejadian Luar Biasa

“Kalau tidak ada plang proyek, bagaimana masyarakat tahu kapan proyek tersebut selesainya dan bisa digunakan untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh dirinya menyesalkan kejadian tersebut, karena bangunan tersebut merupakan milik pemerintah yang selayaknya harus memasang papan informasi yang bisa diakses masyarakat.

Baca Juga :  Dari Preman Terminal, Sekdes hingga Anggota DPRD Provinsi Jabar

“Sekali lagi bila itu benar tidak ada papan informasi sangat menyesalkan,” pungkasnya.(cr1/sal)

<< SebelumnyaSDN Purwasedar, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Orang Tua Siswa, Komitmen Dukung Program Sekolah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini