
NarasiTime.id – Terletak di Kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp), SMPN 1 Cisolok yang berlokasi strategis di dekat Pantai Karanghawu, Desa Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengitegrasikan muatan lokal Geopark ke dalam seluruh mata pelajaran.
SMPN 1 Cisolok tidak hanya mendidik, tetapi juga melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
“Kami sudah beberapa tahun mengintegrasikan muatan Geopark dalam semua mata pelajaran. Tujuannya adalah mengangkat ciri khas dan kearifan lokal Geopark agar siswa memahami pentingnya melestarikan alam,” jelas Ratu Siska Janevita, Humas SMPN 1 Cisolok, Senin (6/1/25).
Mengaitkan pelajaran dengan kearifan lokal, adapun muatan Geopark diterapkan dalam mata pelajaran. Di antaranya seni budaya, dimana pelajar mempelajari tradisi seperti Seren Taun dan syukuran nelayan, menggali makna di balik ritual adat tersebut. Dan, IPA, dimana pelajar fokus pada flora dan fauna lokal, termasuk spesies yang harus dilindungi dan cara menjaga keseimbangan ekosistem.
“Semua pelajaran diarahkan untuk menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Misalnya, sebelum mempelajari hewan luar negeri, siswa dikenalkan dulu pada fauna lokal yang perlu dilestarikan,” tambah Siska.
Menurut Siska, mendidik generasi penerus yang peduli lingkungan dengan kurikulum berbasis Geopark, siswa diharapkan memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap daerahnya.
“Siapa lagi yang bisa menjaga dan melestarikan budaya serta alam, kalau bukan generasi muda?” ujar Siska.
Kata Siska, pembelajaran ini tidak hanya relevan karena lokasi sekolah yang dekat kawasan wisata, tetapi juga penting untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
“Melalui kurikulum Geopark, kami mengajarkan siswa untuk mengenali dan mencintai daerahnya sebelum mengeksplorasi dunia luar. Alhamdulillah, program ini berjalan baik hingga saat ini,” pungkasnya.(*)













