Buah kecapi terlihat jadi menu MBG yang disajikan SPPG Desa Pengasinan. (ist)

NarasiTime.id – Masyarakat dihebohkan dengan konten viral di medsos buah kecapi masuk menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya menu MBG pada Senin (19/1/2026) yang menyajikan buah berkulit kuning itu dianggap tidak lazim.

Belakangan diketahui kalau menu tersebut disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Indra selaku Mitra SPPG yang berlokasi di Jalan Wisata Sehat Telaga Sindur RT 001/007, Desa Pengasinan, menjelaskan bahwa pemberian buah kecapi tersebut bertujuan sebagai edukasi kepada anak-anak.

“Hari ini kami memberikan buah kecapi sebagai bentuk edukasi. Jika ternyata tidak diterima oleh masyarakat, tentu akan kami evaluasi,” ujar Indra kepada NarasiTime.id, Senin (19/1/2026).

Baca Juga :  Presiden RI Berikan Bantuan 58 Ekor Sapi Qurban, Bupati Bogor: Ucapkan Terimakasih

Ia mengungkapkan, sebelumnya menu buah salak juga sempat mendapat sorotan. Hal itu lantaran sebagian pihak menilai anak-anak kesulitan mengupas buah salak hingga membuat jari-jari mereka terasa sakit.

“Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik. Dari sekian banyak menu buah yang sudah disajikan, hari ini kami memilih buah kecapi karena menurut kami ini memiliki nilai edukasi. Terlebih lagi, kecapi merupakan buah lokal yang kini terbilang langka,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelum menu dibagikan, pihak dapur terlebih dahulu menginformasikan kepada sekolah, sebagaimana menu-menu sebelumnya seperti anggur merah, anggur hijau, kelengkeng, pisang, hingga jeruk.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Bersama Forkopimda dan Jajaran Pemkab Tangerang Gelar Rapat Lintas Daerah Bahas Persoalan Truk Angkut Tambang

“Apabila buah kecapi ini tidak diterima oleh masyarakat, maka akan kami ganti untuk menu keesokan harinya. Dalam daftar menu selanjutnya sudah disiapkan buah anggur. Di dalam juknis juga tidak ada kriteria khusus terkait jenis buah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pengasinan, Syahrir Ridho, menuturkan bahwa BUMDes yang dipimpinnya merupakan satu-satunya pemasok bahan makanan ke dapur MBG. Seluruh pasokan disesuaikan dengan menu yang telah disusun oleh pihak dapur.

“Terkait buah kecapi, ini juga mengacu pada anjuran dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar mengedepankan produk lokal. Selama ini menu buah yang disajikan umumnya anggur merah, anggur putih, jeruk, pir, dan buah naga,” kata Ridho.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Achmad Ru'yat Bukber Bareng Organisasi Media Se-Bogor Raya, Ini Pesan yang Disampaikannya

Menurutnya, secara kandungan gizi, buah kecapi tidak kalah dengan buah lainnya.“Dari sisi protein dan vitamin, kecapi setara dengan nanas maupun manggis,” ujarnya.

Ridho mengakui bahwa buah kecapi kerap diidentikkan sebagai buah kampung. Namun, tujuan utama penyajiannya adalah untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang keberagaman buah lokal.

“Program makan bergizi gratis ini tidak hanya soal makan, tetapi juga edukasi. Kami selalu menyampaikan kepada pihak sekolah mengenai kandungan gizi dari menu yang diberikan. Jika ke depannya menu ini tidak diterima, tentu menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami,” pungkasnya.(cr1/sal)

<< SebelumnyaPWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT: Perjelas Mekanisme Pemilihan Ketum dan Pembentukan Majelis Tinggi
Selanjutnya >>Tinjau Sejumlah Dinas yang Buka Pelayanan di Mall, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Berharap Masyarakat Dapat Pelayanan yang Maksimal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini