Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi saat melakukan tinjauan lapangan ke Kecamatan Jampangkulon, Rabu (21/1/2026).(ist)

NarasiTime.id – Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi melakukan tinjauan lapangan ke Kecamatan Jampangkulon, Rabu (21/1/2026).

Fokus tinjauan adalah rencana pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Mapak dan Alun-alun Jampangkulon, yang diharapkan menjadi fasilitas publik modern untuk mendukung kegiatan sosial, budaya, dan olahraga masyarakat setempat.

Diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur ruang terbuka publik di wilayah pedesaan yang masih berkembang dan sejalan dengan program revitalisasi yang sedang digalakkan di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Diikuti 60 Peserta, Disdik Kabupaten Sukabumi Gelar Bimtek Penguatan Refleksi dan Komunitas Belajar Jenjang SMP

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, mengatakan kehadirannya di Kecamatan Jampangkulon bertujuan untuk memperkuat perencanaan pembangunan ke depan.

“Tujuan kami kesini untuk meninjau aset yang ada di Kecamatan Jampangkulon termasuk GOR dan Alun-alun. Sebagai bahan masukan yang akan disampaikan ke dinas terkait seperti BAPPEDA, PU, dan Dinas Perkim,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sukabumi di Hari Pahlawan 2025: Jadikan Nilai Kepahlawanan Pondasi Etos Kerja Aparatur

Kadis menambahkan bahwa rencana pembangunan ini selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) Dishubpora 2021-2026, yang menargetkan pembangunan gedung olahraga dan fasilitas publik untuk mendukung olahraga serta ekonomi lokal.

“Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait untuk rencana pembangunan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Jampangkulon, Dading, menyampaikan harapannya agar Alun-alun Jampangkulon dapat menjadi sentra baru bagi kegiatan masyarakat.

“Kami berharap Alun-alun Jampangkulon dapat menjadi sentra baru bagi kegiatan
sosial dan budaya, terutama selama momen-momen penting seperti perayaan adat atau festival lokal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sulhajji Jompa Telah Kembalikan Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati Bogor

Lebih lanjut, Dading, mengatakan pentingnya ruang yang astetetik untuk memperkuat identitas komunitas, sambil tetap menghargai nilai-nilai sejarah dan religius yang ada di wilayah Jampangkulon.

“Kami berharap pembangunan ini tidak hanya estetis, tapi juga berkelanjutan, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkasnya.(Fitra Yudi. S)

<< SebelumnyaMaraknya Aktivitas Tambang Ilegal dan Gurandil, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta APH Bertindak
Selanjutnya >>Musrenbang Kecamatan Cibinong, Pemkab Bogor Sepakati Prioritas Pembangunan 2027

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini