Bencana tanah longsor menerjang kawasan Puncak, tepatnya di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (14/2/2026) sore.
Hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama memicu luapan aliran saluran Cipanggilingan di Kampung Tugu RT 001/005, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Akibatnya, tembok penahan tanah atau tanggul longsor hingga menimbulkan banjir bandang.
Ada tiga unit rumah terdampak material longsor, selain itu ada enam unit rumah lainnya terdampa banjir bandang,
Telah dilakukan peninjuan oleh tim dari UPTD Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III, bersama Instansi lain, relawan dan aparat setempat melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Penanganan difokuskan pada pembersihan material longsor serta asesmen lanjutan untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, mengingat curah hujan di kawasan Puncak diprediksi masih tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak longsor yang menerjang saluran irigasi di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Langkah darurat berupa penguatan tebingan di titik bencana.
Penanganan teknis ini dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III. Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 45 unit bronjong telah dipasang untuk memperkokoh struktur tanah di sepanjang saluran yang sempat jebol akibat hujan deras pada 14 Februari lalu.
Pemasangan bronjong ini bertujuan untuk menahan tekanan tanah dan menstabilkan kembali aliran irigasi agar tidak mengancam pemukiman warga di sekitarnya.
Proses pengerjaan konstruksi darurat ini memakan waktu selama 13 hari kerja, dimulai sejak 17 Februari hingga dinyatakan selesai sepenuhnya pada 28 Februari 2026. Kehadiran infrastruktur pengaman ini diharapkan mampu meminimalisir risiko longsor susulan, mengingat karakteristik wilayah Tugu Selatan yang memiliki kemiringan cukup curam.
Penanganan sementara pada Saluran Cipanggilingan telah selesai dikerjakan, untuk penanganan selanjutnya akan dilakukan pembetonan secara permanen yang sudah direncanakan secara teknis oleh Tim Perencanaan Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air, untuk memastikan kekuatan struktur dan kelancaran aliran dalam jangka panjang. (ADV)

























