Narasitime.id – Penanganan kawasan kumuh di Sukabumi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Melalui pendekatan berbasis komunitas, pemerintah melibatkan warga sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan infrastruktur pascapembangunan.
Kepala Disperkim, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa keberhasilan penataan kumuh sangat ditentukan oleh peran warga. Musyawarah dilakukan bersama masyarakat, gotong royong digerakkan, dan kelompok pemelihara dibentuk agar fasilitas tetap terawat.
“Masyarakat adalah bagian dari perbaikan kawasan. Partisipasi aktif mereka menjamin keberlanjutan,” ungkap Sendi, Rabu (3/12/25).
Model ini membuat warga merasa memiliki lingkungan yang ditata, sehingga risiko kawasan kembali kumuh dapat diminimalkan.(Fitra Yudi, S)














