NarasiTime.id – Pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari bukan hanya proyek pembangunan fisik semata, tetapi juga bentuk komitmen dalam membangun ekosistem keumatan yang kuat dan berkelanjutan, hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara.
Sastra mengungkapkan kalau keberadaan masjid ini akan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Artinya selain sebagai tempat ibadah, masjid juga diharapkan menjadi pusat pelayanan haji dan umrah yang representatif bagi warga Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
“Pembangunan masjid ini bukan sekadar membangun fisik tempat ibadah, melainkan membangun komunitas dan ekosistem keumatan yang menjadi pusat pelayanan haji dan umrah,” ujarnya Jumat (24/10/2025).
Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji karena memiliki kuota jamaah haji terbesar di Indonesia, bahkan di dunia setelah Pakistan dan Bangladesh. Kondisi ini menjadi dasar kuat pentingnya pembangunan fasilitas pendukung yang memadai.
“Dengan demikian, pelayanan haji di Bogor memiliki dampak global, bukan hanya lokal,” katanya.
Lebih lanjut, Sastra menegaskan bahwa pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon dan pusat layanan haji serta umrah ini merupakan proyek strategis daerah yang mengedepankan kolaborasi, pemberdayaan umat, dan optimalisasi fasilitas keagamaan.
Masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemegahan, tetapi juga ruang untuk memperkuat spiritualitas, pendidikan keagamaan, serta kegiatan sosial yang menumbuhkan semangat kebersamaan antarumat.
“Proyek ini diharapkan selesai bertahap hingga 2027, membawa manfaat luas bagi masyarakat lokal, nasional, bahkan internasional,” ujar Sastra.
Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Bogor bersama pemerintah daerah akan terus mengawal pembangunan agar berjalan sesuai rencana.
Sastra berharap proyek tersebut dapat menjadi ikon keagamaan baru dan wujud nyata dari semangat kolaborasi dalam membangun Kabupaten Bogor.(*)














