NarasiTime.id – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aligator (Aliansi Ganyang Koruptor) menggelar aksi di Kejaksaan Negeri Kota Tangsel, Kamis (2/10/2025). Pada aksi tersebut mereka menuntut usut dan tuntaskan dugaan jaringan “beking” di intansi pemerintah.
Koordinator Aksi Bayu Wardana menegaskan, Kejari Tangsel diduga berperan sebagai “beking” atau pelindung bagi pejabat yang diduga terlibat korupsi di sejumlah dinas, termasuk Dinas Perkim, Dinkes, Dinas LH, Dinas Kominfo, Dinas SDABMBK, Dinas DKCTR, PT. PITS, dan DPRD Tangsel.
“Kami mendesak agar hubungan tidak sehat ini diselidiki secara independen dan transparan kepada publik,” kata Bayu Wardana saat aksi.
Tak berhenti disituh, massa aksi juga mendesak Kejari untuk menindaklanjuti temuian BPK secara hukum. Pasalnya temuan audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) setiap tahunnya tidak pernah ditindaklanjuti secara serius oleh Kejari Tangsel untuk diusut menjadi perkara pidana.
“Hal ini menciptakan impunitas dan pemborosan uang negara yang berulang,” tegas Bayu.(cr1/sal)















