NarasiTime.id – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, meninjau langsung lokasi banjir di wilayah timur Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Jonggol dan Cileungsi, pada Selasa (8/7/2025). Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam (7/7/2025), mengakibatkan luapan air di sejumlah titik, termasuk di sekitar Rumah Sakit Permata Jonggol.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir sempat merendam sejumlah fasilitas rumah sakit dan mengganggu layanan kesehatan. Namun, pihak rumah sakit bergerak cepat mengevakuasi pasien ke tempat yang lebih aman.
Saat ini, beberapa fasilitas sedang dalam tahap pembersihan dan perapihan dengan bantuan dari dinas terkait Pemkab Bogor. Berdasarkan pantauan hingga pukul 23.10 WIB, air di wilayah tersebut mulai surut.
“Terutama titik banjir yang tadi malam cukup viral, itu ada kenaikan air yang meluap ke Rumah Sakit Permata Jonggol. Alhamdulillah, pihak rumah sakit juga sigap menanggulangi banjir,” ujar Jaro Ade.
Ia juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai di sekitar wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Bogor, menurutnya, siap berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) jika RS Permata bersedia menghibahkan sebagian lahan untuk keperluan teknis.
“Kami siap mendukung langkah normalisasi tersebut demi mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Jaro Ade didampingi Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Forkopimcam Jonggol, dan jajaran Pemkab Bogor. Ia menyebut, banjir tak hanya terjadi di Jonggol dan Cileungsi, tetapi juga sebelumnya melanda Cisarua dan Megamendung hingga menyebabkan korban jiwa.
“Pada malam kejadian, Bupati Bogor Rudy Susmanto langsung turun ke lokasi untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan tepat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, kami mengucapkan turut berduka cita,” ujarnya.
Jaro juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
“Saya minta masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, atau dekat aliran sungai. Jika terjadi hujan deras dalam waktu lama, segera lapor ke aparat setempat atau BPBD,” pungkasnya.(*)














