Narasitime.co – Alunan musik kecapi suling bertalu-talu, berpadu serasi dengan gelak tawa dan riuh langkah kaki ratusan warga yang memadati sepanjang jalan Kampung Cibeureum, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Senin 17/8/2026.
Hari itu, suasana kampung mendadak berubah menjadi lautan pesona budaya tanah Pasundan.
Segenap lapisan masyarakat bersatu padu menggelar karnaval budaya yang megah. Uniknya, seluruh peserta kompak mengenakan pakaian adat Sunda.
Mulai dari anak-anak yang menggemaskan dengan iket kepala (totopong) dan baju pangsi, hingga kaum ibu yang anggun berbalut kebaya sinjang dan Drum band yang turut menambah semarak meriahnya parade Karnaval.
Kemeriahan ini diinisiasi oleh kolaborasi solid antara Ikatan Pemuda Cibeureum (IPCI) dari wilayah RT 01/04 dan RT 04/02, serta didukung penuh oleh seluruh warga Desa Margaluyu.

Mereka turun ke jalan bukan sekadar untuk berparade, melainkan untuk memamerkan kembali kekayaan identitas leluhur yang mulai tergerus zaman.
Miniatur rumah panggung, replika hasil bumi yang dipikul, hingga tarian teatrikal khas Jawa Barat menjadi suguhan utama yang memanjakan mata setiap penonton di sepanjang rute karnaval.
Toip, selaku Ketua Pemuda IPCI, menyatakan rasa bangga dan harunya atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh warga.
“Kegiatan karnaval adat Sunda ini kami gagas sebagai bukti nyata bahwa pemuda dan masyarakat Kampung Cibeureum tidak pernah lupa akan akar budayanya. Kami di IPCI bersama seluruh RT dan lapisan warga ingin menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus melunturkan tradisi,” ujar Toip saat ditemui di sela-sela acara.
Ia juga menambahkan bahwa kekompakan lintas generasi ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan Desa Margaluyu ke depan.
“Melihat anak-anak sampai orang tua begitu semangat memakai baju adat Sunda dan turun ke jalan, ini luar biasa. Harapan saya, kegiatan ini bisa terus konsisten dilaksanakan setiap tahun agar generasi muda kita tetap bangga menjadi orang Sunda,” pungkasnya.
Karnaval ini menjadi bukti bahwa di tangan pemuda yang peduli dan masyarakat yang guyub, tradisi Sunda akan tetap hidup, Berjaya, dan lestari di bumi Sukabumi.(Fitra Yudi)














