Beranda News Anton Sukartono Suratto Tekankan Urgensi Percepatan Pencetakan Pilot Pesawat Drone di Tubuh...

Anton Sukartono Suratto Tekankan Urgensi Percepatan Pencetakan Pilot Pesawat Drone di Tubuh TNI

NarasiTime.co – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menekankan urgensi percepatan pencetakan pilot pesawat nirawak atau drone di tubuh TNI.

Hal itu disampaikan Anton usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat, 25 September 2026.

Menurut Anton, karakter peperangan saat ini telah bergeser secara fundamental. Negara-negara besar di dunia kini bertumpu pada alutsista nirawak dalam setiap operasi militer.

Baca Juga :  Reformasi Sejati Lahir dari Solidaritas: Antara Mereka yang Berkeringat di Jalan, di Pabrik, dan di Ruang-Ruang Sunyi Perjuangan

“Ke depan, pelatih khusus untuk pilot nirawak itu wajib ada. Karena bentuk perang sudah berubah total. Kita lihat konflik negara-negara besar sekarang semuanya sudah pakai pesawat nirawak,” kata Anton di Lanud Adi Soemarmo.

Politisi dari Fraksi Partai Demokrat itu menjelaskan, fungsi drone tidak hanya untuk pertempuran. Peran vitalnya ada pada pengumpulan data intelijen secara real-time.

Baca Juga :  Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara: Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan Membangun Kabupaten Bogor

Drone menjadi instrumen utama dalam konsep Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR) atau Intelijen Tanpa Batas. Dengan teknologi ini, pemantauan dan pengumpulan informasi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa batasan geografis, sehingga TNI bisa selangkah lebih unggul dari lawan.

Baca Juga :  Hadapi Era Digital Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Gelar Bimtek Transformasi Pembelajaran Berbasis STEM

Selain keunggulan taktis, Anton menyoroti aspek kemanusiaan. Penggunaan pesawat nirawak dinilai paling efektif untuk mewujudkan prinsip Zero Casualty atau operasi tanpa korban jiwa.

“Kalau pesawat berawak mengalami insiden, risikonya langsung nyawa prajurit kita. Tapi dengan pesawat nirawak, risiko terhadap keselamatan personel bisa kita tekan sekecil mungkin, sementara efektivitas misi tetap maksimal,” tegasnya.(cr1/sal)

<< SebelumnyaEdhie Baskoro Yudhoyono Gelar Forum Konsolidasi Para Kader di Jawa Barat, Anton Ucapkan Terima Kasih
Selanjutnya >>Anton Sukartono Suratto Mendesak Penguatan Sistem Pertahanan Maritim Secara Masif di Wilayah Perbatasan Laut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini