Beranda News Ferry Supriyadi Soroti Pengangguran Tenaga Kerja Lokal dalam Reses di Bojongraharja

Ferry Supriyadi Soroti Pengangguran Tenaga Kerja Lokal dalam Reses di Bojongraharja

Narasitime.co Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi IV, Ferry Supriyadi, menyoroti tingginya angka pengangguran di Kecamatan Cikembar saat melaksanakan reses kedua di Kampung Sedanukti, Desa Bojongraharja, Kamis (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Sejumlah persoalan mengemuka dalam dialog, mulai dari ketenagakerjaan, sarana air bersih, infrastruktur hingga penanganan bencana alam.

Baca Juga :  Pada Rapat Paripurna Istimewa dalam Rangka HUT RI Ke-79, Ketua DPRD Rudy Susmanto Minta Maaf, Ada Apa Ya?

Menurut Ferry, persoalan ketenagakerjaan menjadi perhatian utama karena Kecamatan Cikembar merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Sukabumi. Namun, keberadaan industri dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ini persoalan kita bersama, mulai dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan hingga perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Cikembar. Kami mendorong agar warga lokal mendapat prioritas sehingga kesempatan kerja lebih besar,” tegasnya.

Baca Juga :  PWI Kabupaten Sukabumi dan Widal Creatif Media, Luncurkan Syuting Perdana Podcast "Klarifikasi", Hadirkan Tokoh dan Pakar

Ferry menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum DPRD untuk dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah.

Selain itu, ia berkomitmen mendorong revisi regulasi ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi agar sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengutamakan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.

Baca Juga :  Berantas Narkoba di Lingkungan Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Minta Tes Urine Secara Rutin terhadap ASN

Ferry juga menegaskan bahwa meskipun pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan mengedepankan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Menurutnya, kegiatan reses menjadi sarana penting untuk mempererat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat sekaligus memastikan berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diperjuangkan melalui jalur kebijakan.(Fitra Yudi)

<< SebelumnyaRumah Janda Tua Usia 60 Tahun Dapatkan Bedah Rumah Hasil Donatur Pengusaha Jampang dan Dinas Perkim Berikan Apresiasi
Selanjutnya >>Saepulloh Tampung Beragam Usulan Warga dalam Reses di Bojonggenteng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini