Beranda News Terjadinya Kecelakaan Kerja di Perawatan Jembatan Leuwiranji, Bupati Bogor Rudy Susmanto Akui...

Terjadinya Kecelakaan Kerja di Perawatan Jembatan Leuwiranji, Bupati Bogor Rudy Susmanto Akui Lemahnya Pengawasan

Bupati Bogor Rudy Susmanto saat melayani sejumlah pertanyaan yang disampaikan awak media.(foto: ade/nt).

Narasitime.idBupati Bogor Rudy Susmanto angkat bicara menanggapi insiden kecelakaan kerja yang terjadi dalam proses perawatan berkala Jembatan Leuwiranji, yang berada di perbatasan Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur.

Peristiwa tersebut terjadi saat pekerjaan hampir memasuki tahap akhir, namun berujung tragedi maut.

Kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

Insiden di Jembatan Leuwiranji tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan biasa.

Baca Juga :  Peduli Sesama, Komunitas Motor Honda PCX OPCI Chapter Sukabumi, Berikan Santunan kepada 30 Anak Yatim Piatu

Kejadian tersebut adanya kelalaian dalam penerapan standar K3 yang harus segera dievaluasi secara menyeluruh.

“Kelalaian dalam K3 kerja. Dari kejadian itu harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi,” tegas Rudy Bupati Bogor pada Senin, 9 Febuari 2026.

Rudy menjelaskan, proyek perawatan berkala Jembatan Leuwiranji sejatinya sudah hampir rampung. Namun lemahnya pengawasan dan disiplin terhadap prosedur keselamatan menjadi celah terjadinya kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa.

Baca Juga :  PCNU Kabupaten Bogor Nyatakan Dukungan kepada Rudy Susmanto

Ia pun meminta seluruh pihak, mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga dinas terkait, untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja di lapangan.

Rudy menekankan, keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur, tanpa terkecuali.

Ia juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di proyek-proyek lain yang tengah berjalan di Kabupaten Bogor.

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Evaluasi harus dilakukan, pengawasan diperketat, dan standar K3 benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pria Gantung Diri di Saung depan Rumah di Tangsel, Diduga Terlilit Utang dan Kalah Judi Online

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Bogor memastikan akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memperketat pengawasan terhadap seluruh pekerjaan infrastruktur, khususnya yang berkaitan langsung dengan keselamatan pekerja dan masyarakat.

Rudy berharap, tragedi di Jembatan Leuwiranji menjadi pelajaran penting agar setiap proses pembangunan di Kabupaten Bogor tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga menjunjung tinggi keselamatan dan nyawa manusia. (Ade/Sal)

<< SebelumnyaKondisinya Memprihatinkan, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor Mendesak Disdik Bangun SDN Sasanawitaya 02 Sukaraja
Selanjutnya >>Mengusung Tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” PWI Kabupaten Sukabumi Gelar Syukuran HPN 2026 dan HUT PWI ke-80

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini