Beranda News Was-Was Takut Pemborong Tak Bertanggung Jawab, Warga Pakujaya Permai Ramai-Ramai Minta Jaminan...

Was-Was Takut Pemborong Tak Bertanggung Jawab, Warga Pakujaya Permai Ramai-Ramai Minta Jaminan Keselamatan ke SDABMBK Kota Tangsel

NarasiTime.id – Khawatir pemborong proyek longstorage atau sistem penampungan air bawah tanah tidak bertanggung jawab, kini warga Perumahan Pakujaya Permai, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara mendesak Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Tangsel untuk memberikan jaminan keselamatan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat proyek tersebut.

Salah satu warga terdampak, Pujo Wuryanto yang tinggal di lingkungan RT 10 RW 05 Perumahan Pakujaya Permai mengaku sedari awal menolak rencana pembangunan longstorage tersebut. Kepada awak media, Pujo menunjuk jalan di depan rumahnya yang akan digali.

“Ini di depan rumah saya akan terkena penggalian juga. Padahal dari awal saya sudah protes tidak setuju,” kata Pujo yang rumahnya bersebelahan dengan Masjid.

Baca Juga :  Maraknya Aktivitas Tambang Ilegal dan Gurandil, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta APH Bertindak

Karena masih khawatir pemborong tidak bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan nantinya, warga terdampak di RT 10 dan 11 RW 05 Perumahan Pakujaya Permai pun menulis surat desakan untuk meminta jaminan yang ditujukan kepada pihak Dinas SDABMBK Tangsel.

Selain jaminan keselamatan terhadap tempat tinggal mereka, proyek yang memakan waktu selama 197 hari kalender atau lebih dari 6 bulan itu menyebabkan warga kesulitan dalam melakukan aktivitas keseharian.

“Iya kami meminta dinas terkait untuk memberikan jaminan keselamatan ke depannya terhadap dampak yang ditimbulkan dari proyek ini (longstorage),” kata Pujo.

Baca Juga :  Ini Kata PKS Terkait Upaya KPK Melayangkan Panggilan Terhadap Bakal Cawapres Muhaimin Iskandar

Pujo juga mejelaskan bahwa, antisipasi hal hal yang tak diinginkan, warga sudah menulis surat kepada Dinas SDABMBK Tangsel untuk meminta jaminan keselamatan atas tempat tinggal mereka. “Surat tersebut kini sudah ada di ketua lingkungan RW 05 untuk diserahkan ke dinas terkait,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Tangsel malah terang-terangan mengungkapkan kalau pembangunan proyek itu, ternyata tidak bisa mengurangi banjir yang selalu terjadi di perumahan tersebut jika intensitas hujan tinggi.

Baca Juga :  Heboh, Oknum Paspampres Diduga Aniaya Seorang Pemuda Hingga Tewas di Aceh

“Kita tidak mungkin mengurangi banjir, karena di sini (Perumahan Pakujaya Permai) posisi paling rendah, kita hanya bisa mempercepat air yang ada sini untuk cepat keluar,” ungkap pegawai Bagian Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Tangsel, Budi Raharjo kepada wartawan, Rabu (13/8/2025).

Atas nama Dinas SDABMBK, Budi juga menyampaikan permohonannya maafnya kepada warga yang terdampak dari pembangunan longstorage sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Sebagai informasi, Pembangunan longstorage Pakujaya Permai menyedot anggaran Rp2,456 miliar bersumber dari APBD Tangsel Tahun 2025 dengan pelaksana CV Reva selama 197 hari kalender.(cr1/sal)

<< SebelumnyaGebyar HUT RI ke- 80 Bersama LingTien Kung Berlangsung Sukses
Selanjutnya >>Ketua DPRD Sastra Winara Minta Pemkab Bogor Segera Sediakan Fasilitas Kesehatan Bagi Warga Desa Malasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini