
NarasiTime.id – Keluhan warga Perumahan Pakujaya Permai, Kelurahan Pakujaya Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel terkait keberadaan long storage atau sistem penampungan air bawah jalan ternyata ditanggapi santai oleh Anggota DPRD Kota Tangsel. Bahkan pada kunjungan ke lokasi wakil rakyat itu menilai apa yang terjadi digalian proyek senilai Rp 2,4 miliar itu bukan longsor tetapi hanya tanah yang turun.
“Mungkin karena hujan terus, jadi bukan longsor, tapi tanahnya sedikit turun. Kekhawatiran warga, takut penurunan tanah ini semakin meluas,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangsel Rahmat Hidayat, Senin (11/08/2025).
Dia beralasan kalau turunnya tanah tersebut karena intensitas hujan yang tinggi, sehingga memunculkan keresahan warga perumahan terutama yang rumahnya berdekatan dengan lokasi proyek.
“Kami minta pelaksanaan proyek long storage ini bisa tetap menjaga kenyamanan dan keamanan warga sekitar,” pintanya politis Golkar itu.
Pada kesempatan yang sama Rahmat juga meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi untuk melakukan pengawasan agar pekerjaan proyek tersebut memperhatikan kenyamanan warga sekitar.
Seperti yang diberitakan sebelumnya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel diminta untuk bertanggung jawab terharap munculnya persoalan terkait pembangunan sistem penampungan air bawah jalan atau long storage di Perumahan Pakujaya Permai Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara Kota Tangsel.
“Mau diteruskan ya silahkan itu kan tanggung jawab pemerintah, ada masalah di sini itu tanggung jawab pemerintah, saya tidak mau usul apa-apa,” kata tokoh masyarakat Perumahan Pakujaya Permai Toto dengan nada kesal.(cr1/sal)













