
NarasiTime.id – Disaat warga Perumahan Pakujaya Permai, Kelurahan Pakujaya Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel mempersoalkan pembangunan sistem penampungan air bawah jalan atau long storage, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi DSDABMBK Kota Tangsel malah terang-terangan mengungkapkan kalau pembangunan proyek senilai Rp2,4 miliar itu, ternyata tidak bisa mengurangi banjir yang selalu terjadi di perumahan tersebut jika intensitas hujan tinggi.
“Kita tidak mungkin mengurangi banjir, karena di sini (Perumahan Pakujaya Permai) posisi paling rendah, kita hanya bisa mempercepat air yang ada sini untuk cepat keluar,” ungkap pegawai Bagian Sumber Daya Air DSDABMBK Kota Tangsel Budi Raharjo kepada wartawan, Rabu 13 Agustus 2025.
Lebih jauh dia mengklaim kalau pihaknya satu tahun sebelum membangun long storage, sudah melakukan perencanaan terlebih dahulu melalui tim konsultan perencana dan pihak dinas dengan turun ke warga.

“Kita tidak mungkin saat bekerja tidak ada perencanaanya pak, mungkin warga yang belum tahu itu tidak tahu kalau itu ada perencanaanya,” ungkapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel diminta untuk bertanggung jawab terharap munculnya persoalan terkait pembangunan sistem penampungan air bawah jalan atau long storage di Perumahan Pakujaya Permai Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara Kota Tangsel.
“Mau diteruskan ya silahkan itu kan tanggung jawab pemerintah, ada masalah di sini itu tanggung jawab pemerintah, saya tidak mau usul apa-apa,” kata tokoh masyarakat Perumahan Pakujaya Permai Toto dengan nada kesal, baru-baru ini.(cr1/sal)













