NarasiTme.id – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus bergerak menuju tata kelola permukiman yang lebih modern, akurat, dan transparan. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) kini resmi mengadopsi teknologi pemetaan digital berbasis Geographic Information System (GIS) untuk menentukan lokasi prioritas pembangunan rumah layak huni, layanan air bersih, dan sanitasi.
Selama bertahun-tahun, dinamika perubahan data di lapangan kerap menjadi tantangan. Daftar penerima bantuan rumah layak huni (RTLH) berubah setiap tahun, muncul kawasan baru dengan kondisi lingkungan berbeda, sementara sebagian wilayah telah tertangani. Ketidaksinkronan ini membuat proses perencanaan membutuhkan pendekatan yang lebih presisi.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa era digital tidak bisa lagi dihindari, terutama dalam pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Verifikasi dan validasi data dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan transparan,” ujar Sendi.
Melalui GIS, seluruh titik lokasi penerima bantuan kini dapat dipantau secara spasial lengkap dengan kondisi fisik bangunan, akses fasilitas umum, hingga status sanitasi. Data tersebut kemudian dipadukan dengan informasi desa dan kecamatan sebelum menetapkan lokasi prioritas pembangunan.
Inovasi ini membuat proses perencanaan jauh lebih efisien. Tidak hanya untuk program RTLH, melainkan juga untuk pembangunan jaringan distribusi air bersih dan fasilitas sanitasi komunal. Dengan pemetaan digital, tumpang tindih program antarinstansi dapat diminimalkan sehingga intervensi lebih tepat sasaran.
Sendi menambahkan, langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antarperangkat daerah seperti Bappelitbangda, PDAM, dan Dinas Kesehatan.
Selain meningkatkan kualitas perencanaan, digitalisasi ini memberi ruang lebih besar bagi transparansi publik. Masyarakat dapat memantau perkembangan pembangunan di wilayahnya, sementara pemerintah dapat menilai dampak program secara lebih terukur.
Transformasi digital yang dilakukan Disperkim menjadi bukti bahwa pembangunan permukiman tidak lagi hanya soal membangun rumah, tetapi memastikan setiap keputusan berbasis data yang akurat.(Fitra Yudi. S)














