NarasiTime.id – Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Ilham Maulana, mengajak seluruh warga penerima Hunian Tetap (Huntap) di Kampung Cireundeu untuk menjaga dan merawat rumah bantuan mereka terima pascabencana pergerakan tanah beberapa waktu lalu.
Ajakan tersebut disampaikan H. Ilham usai mendampingi Bupati Sukabumi, Asep Japar, dalam kegiatan monitoring pembangunan Huntap di wilayahnya, Senin (3/11/25). Menurutnya, rumah-rumah yang kini ditempati warga merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa, yang layak disyukuri serta dijaga kebermanfaatannya.
“Hunian tetap ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada warga terdampak bencana. Maka, kewajiban kita bersama adalah merawat dan menjaga agar fasilitas ini awet dan lingkungan sekitar tetap nyaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total terdapat 28 unit Huntap yang dibangun di Desa Mekarsari untuk warga terdampak bencana di wilayah tersebut. Rinciannya, 20 unit merupakan bantuan dari Gubernur Jawa Barat, 5 unit dari Bupati Sukabumi, dan 3 unit dari Pemerintah Desa Mekarsari.
“Alhamdulillah, bantuan ini kini sudah ditempati warga. Kami pemerintah desa turut memastikan agar penerima manfaat merasa aman dan nyaman menempati rumah barunya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ilham menuturkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam hal pemeliharaan lingkungan Huntap, termasuk pengelolaan kebersihan, drainase, dan ruang terbuka agar kawasan tersebut menjadi hunian yang sehat dan tertata.
“Harapan kami, kawasan Huntap ini bisa menjadi contoh hunian tangguh bencana di Kecamatan Nyalindung. Warga harus menjaga kebersihan, memperhatikan kesehatan lingkungan, dan saling membantu agar kehidupan di lokasi baru ini lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, turut dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) secara simbolis oleh Bupati Sukabumi kepada tiga warga penghuni Huntap sebagai bentuk legalitas dan kejelasan status lahan.
Ilham menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bukan hanya sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga menguatkan semangat warga untuk bangkit setelah bencana.
“Bantuan ini adalah amanah. Mari kita rawat bersama sebagai wujud syukur atas perhatian pemerintah sekaligus bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan generasi kita,” pungkasnya.(Fitra Yudi. S)














