
Organisasi masyarakat sipil Cisadane Resik dengan antusias menyambut rencana kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanif Faisol Nurofiq, ke wilayah Cijeruk.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Gunung Salak.
“Aksi ini merupakan respons cepat terhadap dampak longsor yang terjadi pada 22 Mei 2024 di wilayah Kawungluwuk,” kata Koordinator Cisadane Resik, Sutanandika, dalam pernyataan resminya.
Bekerja sama dengan Pemuda Proklim Kawungluwuk, kegiatan penanaman ini berhasil dilakukan berkat dukungan bibit dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ciliwung Cisadane KLHK dan Cabang Dinas Kehutanan I Provinsi Jawa Barat, serta donasi yang berharga dari Credit Saison Indonesia.
Kegiatan penanaman ini melibatkan partisipasi aktif dari sekitar 170 orang, termasuk siswa dari berbagai sekolah di sekitar Cijeruk, Cigombong, dan Caringin.
Sebanyak 1.170 pohon telah ditanam dan dibagikan, menunjukkan semangat kolaborasi dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.
Sutanandika mengatakan, Cisadane Resik menyampaikan aspirasi kepada Kementerian LHK untuk dapat memfasilitasi gerakan pelestarian lingkungan yang mereka lakukan.
“Kami memohon dukungan agar gerakan Cisadane Resik dapat terus berkontribusi dalam menjaga dan merawat mata air di kawasan Gunung Salak melalui kegiatan penanaman di wilayah resapan air,” ujar Sutanandika.
Lebih lanjut, kada dia, Cisadane Resik mendesak Hanif Faisol Nurofiq agar bisa menetapkan dengan tegas batas kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang merupakan kawasan konservasi air yang sangat vital.
Menurut Sutanandika, kejelasan batas ini akan memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi ekosistem yang ada.
Selain itu, Cisadane Resik juga meminta perhatian serius Kementerian LHK terhadap evaluasi Hak Guna Usaha (HGU) PT. BSS dan KSO.
Sutanandika menduga adanya kelalaian yang menyebabkan terjadinya longsor di kawasan mata air Kawungluwuk, serta adanya bangunan permanen dan pembukaan lahan di dalam kawasan TNGHS.
Evaluasi yang transparan dan adil sangat diharapkan demi menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Cisadane Resik memohon agar Kementerian LHK memberikan perlindungan hukum bagi para aktivis lingkungan yang berjuang di wilayah kerja TNGHS.
“Kami percaya bahwa pejuang lingkungan adalah juga pejuang hak asasi manusia, terutama hak atas air bersih yang merupakan layanan publik yang menjadi tanggung jawab negara,” kata Sutanandika.
Dia berharap kedatangan Hanif Faisol Nurofiq ke Cijeruk dapat membawa angin segar dan kebijakan yang semakin mendukung upaya pelestarian lingkungan di kawasan Gunung Salak dan sekitarnya.













