NarasiTime.id – Dalam upaya pelestarian satwa langka dan pengembalian ke habitat aslinya, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi melakukan observasi lapangan di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, drh. Asep Kurnadi melalui Kabid Keswan dan Kesmavet pada Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Drh. Endri Baharianto mengatakan, observasi ini menjadi bagian dari rangkaian proses translokasi satwa orangutan bernama Dodo, yang rencananya akan dipindahkan dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ke Pusat Suaka Orangutan (PSO) ARSARI di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
“Tim dari Disnak Sukabumi yang terlibat dalam observasi ini terdiri dari Drh. Endri Baharianto, Ramdhan Nugraha, S.Pt., dan Drh. Klasta. Mereka disambut oleh pihak pengelola PPSC, yakni Direktur Cikananga, Bapak Cahyono, didampingi oleh Bapak Andy Sean dan Drh. Reza,” kata Drh. Endri Baharianto, pada Selasa (05/8).
Observasi difokuskan pada kondisi fisik dan perilaku Dodo, orangutan yang menjadi kandidat translokasi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan satwa tersebut dalam kondisi sehat dan layak untuk menjalani perjalanan jauh menuju Kalimantan.
“Translokasi ini bertujuan mulia, yaitu untuk mengembalikan orangutan ke habitat aslinya di Kalimantan,” ujarnya.
Pusat Suaka Orangutan ARSARI di Kalimantan Timur ini, sengaja dipilih sebagai lokasi tujuan karena memiliki fasilitas rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan adaptasi satwa sebelum dilepasliarkan.
“Semoga proses ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi pelestarian satwa liar Indonesia,” ujarnya.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendukung konservasi satwa langka dan memperkuat jaringan kerja sama dengan lembaga penyelamatan satwa, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Dengan langkah ini, diharapkan keberlangsungan hidup orangutan sebagai satwa endemik Indonesia dapat terjaga, sekaligus memberikan pesan kuat kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati,” pungkasnya.(Fitra Yudi. S)














