
NarasiTime.id – Jurnalis Indonesia Peduli atau JIP menutup tahun 2024 dengan menggelar pelatihan konten Kreator di Dusun Karanggeneng, Sleman, Yogyakarta, pada 28-29 Desember 2024.
Kali ini, pelatihan yang digelar JIP menyasar para Usaha Menengah Kecil dan Mikro atau UMKM serta pemuda Karang Taruna di dusun tersebut.
Para coach dari anggota JIP, yakni Yohanes Odja, Abdul Rosyid, dan Haryo memberikan pelatihan bagaimana cara membuat produk promosi secara digital.

Selanjutnya, untuk pemuda Karang Taruna diberikan pelatihan bagaiman cara memproduksi video promosi baik teori maupun praktek.
Pelatihan yang digelar JIP di Dusun Karanggeneng, Sleman, Yogyakarta, diikuti oleh 20 orang peserta UMKM 20 pemuda Karang Taruna.
Pelatihan yang diberikan berupa tehnik fotografi dan desain promosi produk bagi para pelaku UMKM, sedang para pemuda desa diberikan materi konten kreator.
Pelatihan yang dilakukan JIP sebagai penutup tahun 2024 ini sebagai pra program Kejar Mengajar yang akan mulai dilaksanakan di awal 2025 mendatang
Abdul Rosyid, Ketua Umum JIP, menjelaskan bahwa pelaku UMKM serta pemuda desa memiliki peran penting dalam perekonomian dan pembangunan Indonesia.

“Pelaku UMKM bisa meningkatkan perekonomian lokal. UMKM berkontribusi besar pada PDB Indonesia, mencapai 60 persen dari total PDB,” tutur Abdul Rosyid.
Selain itu, kata Abdul Rosyid, UMKM bisa menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia sehingga sangat efektif mengurangi pengangguran.
Tak Cuma itu, kata Abdul Rosyid, UMKM seringkali berinovasi dan mengembangkan produk-produk unik.
“Tentu saja, UMKM ini bisa membantu melestarikan tradisi dan budaya lokal melalui produk dan jasa. Selain itu, meningkatkan kemandirian ekonomi,” kata dia.

Selain itu, menurut Abdul Rosyid, pemuda desa punya peran sebagai agen perubahan dan pembangunan di desa dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu sosial dan lingkungan.
“Pemuda desa dapat mengembangkan usaha-usaha yang mendukung perekonomian desa dan berperan dalam melestarikan tradisi dan budaya desa,” tandasnya.
Selain itu, beberapa dampak sinergi pelaku UMKM dan Pemuda Desa, yakni:
1. Kerja sama ekonomi: Pemuda desa dapat membantu UMKM dalam pemasaran, promosi, dan pengembangan produk.
2. Pengembangan teknologi: Pemuda desa dapat membantu UMKM mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi.
3. Pembangunan infrastruktur: Pemuda desa dapat membantu mengembangkan infrastruktur desa untuk mendukung UMKM.
4. Peningkatan kualitas hidup: Kerja sama antara UMKM dan pemuda desa dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Peserta berharap kegiatan ini bisa terus dilanjukan di masa yang akan datang. Menurut mereka, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM dan pemuda desa.
“Dulu kalau foto produk saya buat biasa saja,tapi setelah hari ini mendapatkan pelatihan ternyata kita bisa menggunakan proteri yg ada di rumah atau sekitar rumah untuk membuat foto produk kita menjadi lebih estetik dan lebih indah,” tutur Azizah, salah satu peserta pelatihan dari UMKM.
Lia, salah satu anggota Karang Taruna, menambahkan,” Dengan mengikuti pelatihan dari JIP kita jadi tahu, bahwa ternyata membuat produksi konten yang menarik bisa lebih mudah & menyenangkan. Sehingga kita jadi lebih bersemangat untuk bisa membuat konten tentang daerah dusun kami.” ***













