NarasTime.id – Aksi penyiraman air keras di kawasan Tambun Selatan memicu gelombang kemarahan publik. Peristiwa yang terjadi di waktu subuh itu tak hanya menyisakan luka bagi korban, tetapi juga mengguncang rasa aman warga.
Koalisi masyarakat sipil Bekasi angkat suara, mengecam keras kejadian tersebut dan mempertanyakan keseriusan aparat dalam menjaga keamanan wilayah.
“Insiden ini dinilai sebagai bentuk kekerasan brutal yang tidak bisa lagi dianggap sebagai kriminalitas biasa. Serangan dengan air keras disebut memiliki dampak jangka panjang, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga membutuhkan penanganan cepat, serius, dan transparan,” kata Wakil Ketua Koalisi Masyarakat Sipil Bekasi Ahmad khalid kepada NarasiTime.id, Selasa (31/3/2026).
Pria yang akrab dipanggil Tagendol ini menegaskan, koalisi masyarakat sipil juga mendesak kepolisian untuk segera
mengungkap pelaku dan motif di balik serangan, menelusuri kemungkinan adanya aktor lain dan menjamin perlindungan terhadap korban dan saksi.
“Ini bukan hanya sekadar kejahatan biasa. Ini udah aksi teror yang mencederai rasa aman warga. Negara tidak boleh kalah,” tegas
Ia juga menyoroti kondisi keamanan di wilayah Bekasi, khususnya Tambun Selatan. Dia menilai pengawasan dan patroli masih lemah, sehingga membuka celah terjadinya aksi kekerasan di ruang publik, bahkan di jam-jam rawan.
“Sejumlah elemen masyarakat kini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan lingkungan, termasuk peningkatan patroli rutin, optimalisasi CCTV, serta penguatan peran warga dalam sistem keamanan berbasis komunitas,” ujarnya.
Dia mengungakapkan, hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Namun, tekanan publik terus menguat, pelaku harus segera ditangkap dan diadili, agar keadilan tidak sekadar menjadi janji.
“Kasus ini menjadi ujian nyata bagi aparat penegak hukum di Bekasi. Di tengah meningkatnya keresahan warga, publik menunggu—apakah negara hadir memberi perlindungan, atau justru kembali terlambat merespons teror yang kian berani,” pungkasnya. (Septian Hadi Maulana)














