
NarasiTime.id — Upaya pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat di RW 18 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
Kegiatan fogging (pengasapan) digelar secara kolaboratif oleh PAC Ansor Jatiasih, Kasatkoryon Banser Jatiasih, PR GP Ansor Jatimekar, Bagana Kota Bekasi, Karang Taruna Unit RW 18 Jatimekar
Pada kegiatan tersebut turun langsung Kepala Satkoryon Banser Jatihasih H.JJ Fachri Mushoddig, Ketua Ranting GP Ansor Jatimekar, Zein Sofari, Kepala Badana (Banser Tanggap Bencana) Kota Bekasi Dodi Hayu Bowo.
Kepala Satkoryon Banser Jatiasih H. JJ Fachri Mushoddig ditemui di lokasi mengatakan, antisipasi penyakit DBD, dengan melakukan fogging sebagai langkah preventif untuk membasmi nyamuk aedes aegypti, yang menjadi penyebab utama penyebaran DBD.
“Kegiatan ini menyasar saluran air dan got yang berada di lingkungan rumah warga yang jadi area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” terangnya kepada NarasiTime.id, Sabtu (28/3/2026).
Dia mengungkapkan, asap fogging disemprotkan ke titik-titik rawan guna memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
Kolaborasi Organisasi dan Warga
Ia menambahkan, Kegiatan ini melibatkan anggota organisasi kepemudaan dan masyarakat setempat.
“Terlihat kekompakan antara Ansor, Banser, Bagana, dan Karang Taruna dalam membantu warga menjaga lingkungan tetap sehat,” ungkapnya.
Selain fogging, lanjutnya peserta juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,
menguras dan menutup tempat penampungan air dan tidak membiarkan genangan air
Komitmen Lingkungan Sehat
Menurutnya fogging ini merupakan bagian dari kepedulian sosial terhadap kesehatan warga, khususnya di musim penghujan yang rawan penyebaran DBD.
“Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala, disertai edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar pentingnya pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Terakhir dia berharap dengan dilaksanakannya fogging di wilayah RW 18 Jatimekar, lingkungan menjadi lebih aman dari ancaman DBD.
“Sinergi antara organisasi masyarakat dan warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas penyakit,” pungkasnya. (Septian Hadi Maulana)















