Beranda News Anton Sukartono Suratto Menegaskan Pemotongan Anggaran Hampir 50 Persen Tidak Boleh Sampai...

Anton Sukartono Suratto Menegaskan Pemotongan Anggaran Hampir 50 Persen Tidak Boleh Sampai Menggerus Ketahanan Negara di Laut

NarasiTime.co – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan serius bagi pertahanan maritim Indonesia. Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung yang mengawasi garis pesisir selatan Jawa Barat sepanjang 479 kilometer harus menghadapi ancaman penyelundupan – mulai dari benih lobster hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) – di tengah pemangkasan anggaran hingga 47 persen.

Hal itu menjadi sorotan utama dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Lanal Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menegaskan pemotongan anggaran hampir 50 persen tidak boleh sampai menggerus ketahanan negara di laut.

Baca Juga :  Anton Sukartono Suratto Takjub Terhadap Semangat Anak Muda Peserta Lomba Pidato Muda AHY

“Anggaran dipotong sampai hampir 50 persen. Karena itu kita melihat skala prioritas, apa saja yang bisa dilakukan dengan pemotongan anggaran sebanyak ini, jangan sampai mengurangi daripada ketahanan kita di laut,” ujar Anton di Bandung.

Anton juga menyoroti soal kondisi riil di lapangan. Untuk patroli di wilayah seluas itu, dukungan armada Lanal Bandung masih sangat terbatas dan bahkan masih mengandalkan perahu karet.

Menurut Politisi Fraksi Partai Demokrat itu, penguatan armada menjadi kebutuhan mendesak. Namun, ia mengingatkan armada tanpa dukungan logistik bahan bakar juga akan sia-sia.

Baca Juga :  Jampangtengah Siap Menjadi Ikon Baru, Alun Alun Menjadi Tempat yang Nyaman dan Representatif Bagi Warga Setempat

“Percuma kita punya armada, tapi hanya ngapung di laut. Jadi ya percuma. Jadi kita harus siapkan juga logistiknya,” tegasnya.

Ia menekankan, skala prioritas harus difokuskan untuk memastikan kemampuan patroli tetap berjalan optimal meski anggaran terbatas.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat ini juga menaruh perhatian pada kesejahteraan prajurit. Anton meminta pemerintah tidak melupakan kebutuhan dasar prajurit yang bertugas berhari-hari di laut, termasuk dukungan perumahan dan kesejahteraan keluarga.

“Prajurit yang bertugas di laut harus mendapatkan dukungan yang memadai agar mampu menjalankan tugas secara optimal,” tambahnya.

Baca Juga :  Anton Sukartono Suratto Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Terhadap 25 Calon Duta Besar

Terkait pemangkasan anggaran 47 persen tersebut, Komisi I DPR RI memastikan akan membawa persoalan ini ke level pengambilan kebijakan tertinggi.

“Karena kan ini 47 persen dipangkas. Oleh karena itu nanti kita akan ketemu dengan Panglima TNI, ketemu dengan Menhan dan juga KSAL, mudah-mudahan jangan sampai dipotong hampir 50 persen. Kita mencoba penambahan,” tandas Anton.

Upaya lobi ini dilakukan agar kemampuan pertahanan dan keamanan laut tidak lumpuh akibat efisiensi anggaran.(cr1/sal)

<< SebelumnyaPUBLIKASI KECAMATAN RANCABUNGUR TAHUN 2026
Selanjutnya >>Apresiasi Kebijakan Pemerintah Pusat Dorong Percepatan Pengelolaan Sampah Melalui Program PSEL, Bupati Bogor Rudy Susmanto: Ini Momentum Bersejarah Bagi Kabupaten Bogor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini