NarasiTime.id – Satu tahun perjalanan Pemerintahan Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi mendapat apresiasi positif dari masyarakat.
Hal ini tercermin dalam hasil survei yang dipaparkan Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, terkait evaluasi publik terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam satu tahun terakhir.
Lembaga survei Indikator merilis hasil evaluasi publik terhadap pencapaian sasaran program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk periode 6–11 Februari 2026. Hasilnya, tingkat kepuasan (approval rating) masyarakat terhadap Bupati Bogor mencapai 80,3 persen, sementara Wakil Bupati berada di angka 79,3 persen. Angka ini melampaui ambang batas psikologis di atas 50 persen, yang menunjukkan penilaian publik secara umum berada dalam kategori baik dan positif.
Sektor Kesehatan dan Pendidikan Jadi Sorotan
Berdasarkan hasil survei, sektor kesehatan dan pendidikan menjadi primadona keberhasilan Pemkab Bogor di mata masyarakat.
Akses layanan kesehatan meraih tingkat apresiasi tertinggi, dengan 74 persen responden menyatakan kinerja pemerintah dalam kategori “baik” dan “sangat baik”. Hal ini menunjukkan berbagai program peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Di posisi kedua, akses layanan pendidikan mencatat sentimen positif sebesar 69 persen. Program peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses sekolah, serta dukungan terhadap tenaga pendidik dinilai cukup efektif oleh masyarakat.
Selain layanan dasar, upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan bencana juga mendapat respons positif dari 67 persen responden. Sementara itu, program partisipasi aktif masyarakat yang mengedepankan inklusivitas dan keadilan gender menyentuh angka 62 persen.
Sejumlah Program Masih Perlu Penguatan
Meski secara umum mendapat penilaian baik, beberapa program strategis masih berada di zona “moderat” dan dinilai perlu peningkatan lebih lanjut.
Di antaranya adalah:
Pemerataan pembangunan antarwilayah (60 persen)
Ketahanan pangan (59 persen)
Tata kelola lingkungan hidup berkelanjutan (58 persen)
Penurunan kemiskinan (50 persen)
Penurunan tingkat pengangguran (39 persen)
Data tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dalam periode pemerintahan berikutnya.(*)














