
NarasiTime.id – Proyek pembangunan Puskesmas di Desa Cogreg Kecamatan Parung dengan anggaran Rp.6 Miliar dikeluhkan warga setempat. Pasalnya lalu-lalang kendaraan besar pengangkut material ke lokasi proyek merusak sarana ibadah yang ada di pinggir jalan.
“Atap mushola kami harus dipapras, agar kendaraan bisa lewat,” ungkap pengurus RT 001/ RW 06 Mamad kepada wartawan, baru-baru ini.
Walaupun demikian, awalnya pihak DKM mushola mengizinkan atap mushola dipapras, dengan dijanjikan diberikan lembah bangunan untuk perbaikan musholah, tapi nyatanya janji tersebut tidak ditepati.
“Sempat dikasih besi dan baja ringan. Tapi ternyata diambil kembali untuk digunakan mereka,” terangnya.
Selain itu, tambahnya pihak kontraktor tidak merekrut tenaga kerja dari warga setempat jadi warga hanya jadi penonton proyek tersebut.
“Tidak ada warga yang direkrut untuk bekerja,” bebernya.(cr1/sal)













