Oleh:
Reny Sukmawani
(Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi)
Manusia sebagai Makhluk Tertinggi
Manusia diciptakan Allah SWT memiliki keistimewaan dibandingkan makhluk lainnya yang menempatkan manusia pada posisi tertinggi dengan diberikan akal untuk berpikir, memiliki perasaan dan fisik sempurna sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Tin ayat 4 yang artinya, “ “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Kesempurnaan pada manusia ini diiringi dengan tugas untuk menjadi khalifah di bumi (“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”, QS. Al-baqarah ayat 30 ) sehingga harus senantiasa dapat mengembangkan diri dan memaksimalkan potensi yang dimiliki agar dapat menjadi manusia yang bermanfaat, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).
Di dalam kehidupan, sumberdaya manusia (SDM) menjadi kunci dan pelaku utama. Sehingga baik tidaknya atau berhasil tidaknya suatu tujuan kehidupan dalam berbagai bidang sangat bergantung kepada SDM nya. Daya pikir yang merupakan kelebihan pada manusia hendaknya mampu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk menemukan solusi terhadap permasalahan, menciptakan ide yang inovatif untuk dimanfaatkan. Oleh karena itu, SDM harus memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk tercapainya kemajuan di semua bidang.
Ciri Sumberdaya Manusia (SDM) Unggul
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional , tercantum bahwa tujuan pendidikan nasional Indonesia adalah, “mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Berdasarkan tujuan tersebut terdapat delapan kata kunci yang dapat mencari penciri SDM unggul, yakni:
- Beriman dan Bertaqwa
Di dalam Islam beriman artinya meyakini atau percaya kepada Allah SWT, malaikat-Nya, kitab suci-Nya, rasul-Nya, hari akhir dan takdir. Sedanghkat bertaqwa dapat diwujudkan dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab (33): 70-71).
- Berakhlak Mulia
Akhlak mulia ini mencerminkan semua karakter/perilaku baik, seperti: jujur, amanah, santun, rendah hati dan lain-lain. Karakter akhlak mulia dapat meningkatkan kualitas hidup dan harmonisasi dalam hubungan dengan sesama.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab ayat 21)
- Sehat
SDM yang sehat ini sangat penting, karena dengan SDM yang sehat jasmani dan rohani akan meningkatkan produktivitas dan kreatifitas ke arah kemajuan.
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195). Ayat ini menegaskan bahwa merusak diri sendiri, termasuk melalui perilaku yang tidak sehat, adalah perbuatan yang dilarang
- Berilmu
Dengan ilmu dan keterampilan SDM dapat berkontribusi lebih produktif dan efektif dalam berbagai bidang baik untuk peningkatan kualitas hidup individu maupun kontribusi untuk pembangunan.
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah SWT. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mujadalah: 11)
- Kreatif
SDM yang kreatif akan selalu inovatif, kaya akan ide-ide dan dapat memberi solusi untuk berbagai permasalahan. SDM yang kreatif ini biasanya memiliki kemampuan yang baik untuk beradaptasi terhadap perubahan dan produktif menghasilkan karya.
Pada QS. Al-Naml ayat 40 tentang Kisah Nabi Sulaiman dan singgasana Ratu Saba’ yang dipindahkan dalam sekejap mata menjadi contoh kreativitas manusia dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa.
- Mandiri
SDM yang mandiri biasanya ditandai dengan motivasi yang tinggi dan rasa tanggungjawab yang besar serta dapat bekerja secara mandiri tidak bergantung kepada orang lain.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (Q.S. Ar-Ra’d :11)
- Demokratis
SDM yang demokratis akan mengedepankan partisipasi, keadilan, transparansi, akuntabilitas dan penghargaan dalam bertindak dan pengambilan keputusan
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Ali Imran ayat 159).
Referensi: https://tafsirweb.com/1291-surat-ali-imran-ayat-159.html
- Bertanggungjawab
SDM yang memiliki kesadaran dalam memikul segala akibat dari tindakan atau kewajiban yang dilaksanakan atau dibebankan kepadanya.
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS. Al-Muddatstsir ayat 38)
Strategi Menjadi SDM Unggul
Kunci menjadi SDFM yang unggul ada pada tiap individu yakni komiten dan keinginan yang kuat dalam mengembangkan diri secara berkelanjutan untuk menumbuhkan karakter unggul tersebut. Secara khusus ada beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mendorong terciptanya SDM yang unggul. Strategi tersebut dapat ditetapkan setelah kita sebagai individu memiliki arah dan tujuan yang jelas yang ingin digapai. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri menjadi SDM yang unggul dapat dilakukan melalui: pendidikan dan latihan, peningkatan keterampilan, pengembangan karakter, menjadikan inovasi sebagai budaya, membiasakan selalu mengevaluasi segala tindakan dan memperbaiki yang dianggap kurang. Intinya adalah dengan menanamkan tekad untuk selalu menjadi lebih baik. “Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka).” (HR Al-Hakim).














