NarasiTime.id – Membangun sektor peternakan yang lebih transparan dan efisien menjadi salah satu prioritas utama Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Untuk mendukung hal tersebut, sebanyak 25 pelaku usaha peternakan berkumpul dalam sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko dan pengawasan perizinan di Hotel Sukabumi Indah, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, belum lama ini.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, drh. Asep Kurnadi, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pelaku usaha mengenai regulasi baru yang lebih terintegrasi.
“Perizinan berbasis risiko ini adalah langkah maju. Bukan hanya untuk memenuhi aturan, tapi juga mempermudah pelaku usaha menjalankan bisnisnya. Kami ingin mereka memahami bahwa sistem ini tidak hanya tentang administrasi, tapi juga tentang efisiensi dan kepatuhan,” ujarnya, Senin (3/02/2025).
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan pelaku usaha. “Kami mendengarkan langsung tantangan yang mereka hadapi, sehingga nantinya regulasi yang diterapkan bisa lebih relevan dan mendukung mereka,” lanjutnya.
Komitmen Pelaku Usaha untuk Pertumbuhan Sektor Peternakan
Tak hanya edukasi, kegiatan ini juga bertujuan menjaring komitmen dari pelaku usaha. Melalui sistem perizinan berbasis risiko, diharapkan mereka dapat lebih patuh terhadap regulasi yang berlaku. “Kehadiran 25 pelaku usaha ini menunjukkan adanya semangat untuk berubah dan berkembang. Ini langkah positif bagi sektor peternakan Sukabumi,” ungkap Asep.
Selain itu, ia menekankan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam menciptakan iklim usaha yang sehat. Sistem perizinan ini diharapkan dapat meminimalkan hambatan birokrasi dan membuka jalan bagi inovasi serta pertumbuhan bisnis peternakan di daerah tersebut.
Harapan untuk Masa Depan Peternakan Sukabumi
Sistem perizinan berbasis risiko ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong sektor peternakan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di tengah tantangan zaman.
“Kami optimistis, dengan sosialisasi ini, pelaku usaha akan lebih memahami dan menjalankan sistem ini dengan baik. Hal ini tidak hanya mendukung pertumbuhan usaha mereka, tetapi juga mendorong pengembangan sektor peternakan secara keseluruhan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.(Fitra Yudi)














